Tumblelog by Soup.io
Newer posts are loading.
You are at the newest post.
Click here to check if anything new just came in.
MunarohMukuan

IHSG Berpeluang Menguat, Simak 7 Saham Pilihan

Kontak Perkasa, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpotensi lanjutkan penguatan. Dari Eropa, bursa saham mengakhiri perdagangan kemarin dengan ditutup melemah cukup signifikan, DAX melemah 146 poin (-1,52%) pada stage 9.435, sementara FTSE melemah eighty five poin (-1,44%) pada degree 5.837. Pada perdagangan di BEI kemarin, harga saham sejumlah financial institution mulai bergerak naik, seperti BBNI. Analis PT Asjaya Indosurya Securities, William Suryawijaya menuturkan IHSG masih berpotensi lanjutkan penguatan.
Pada triwulan I-2012, pertumbuhan ekonomi diprakirakan akan mencapai 6,5%, ditopang investasi dan konsumsi rumah tangga yang tetap kuat. Saham grup Bakrie kembali lengser, termasuk BUMI yang melemah Rp25 ke Rp2.775. Namun, penguatan signifikan pada harga minyak dunia sebesar 8,03% ke stage US$32,three per barel mendorong aksi beli pada saham-saham sektor energi.
Rencana pertemuan 15-sixteen negara produsen minyak di Qatar pada 17 April untuk membicarakan pembekuan pertumbuhan produksi juga berpotensi penurunan stok minyak international juga berpotensi mengikis stok minyak dunia. Seluruh sembilan indeks sektoral IHSG bergerak di zona merah dengan tekanan utama sektor industri dasar (-2,28%), sektor tambang (-1,seventy one%), dan properti (-1,52%).
PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA JAKARTA
Mayoritas bursa Eropa ditutup melemah, didorong oleh sektor tambang dan energi. Korea Utara meluncurkan rudal balistik dari wilayah baratnya ke laut di lepas pantai timurnya, menjelang pertemuan puncak para pemimpin negara dari G20 di Jerman pada akhir pekan ini. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, neraca perdagangan Indonesia pada Oktober 2015 mengalami surplus US$ 1,01 miliar.
IHSG berpeluang menguat. Pelemahan IHSG di Bursa Efek Indonesia (BEI) yang terjadi dalam beberapa hari terakhir lebih disebabkan oleh faktor teknikal, bukan fundamental, karena indeks sebelumnya naik terlalu tajam. Beberapa sektor saham, bergerak kuat menahan IHSG dari tekanan. Pagi ini IHSG terdukung oleh semua sektor yang positif, dengan penguatan tertinggi sektor Pertambangan yang naik zero,64 %.
Pada penutupan perdagangan saham Rabu (Kamis pagi WIB), indeks saham Dow Jones naik 48,sixty seven poin atau zero,2 persen ke posisi 24.872,68. Indeks Kospi, Korea Selatan, dibuka melemah 0,forty eight persen, turun 0,ninety six% ke degree 1.879,60. Kalau benar dari sisi permintaan sudah pulih di kuartal I bisa terlihat penguatannya,” ujar Andri Hardianto, Analis PT Asia Tradepoint Futures kepada akhir pekan ini.
Sedangkan kurs Rupiah terhadap US$ ditutup menguat pada posisi Rp 9.450 per US$ dibandingkan hari sebelumnya Rp 9.475 per US$. Jakarta -Perlambatan perekonomian belum berpengaruh yang siknifikan pada arus barang, khususnya jenis barang peti kemas yang melalui di beberapa Pelabuhan dibawah Pengelolaan PT Pelabuhan Indonesia III (Persero) di Indonesia Timur.
Namun seiring dengan derasnya aksi jual investor domestik, IHSG tertekan hingga memasuki zona merah. Sementara itu, analis PT Binaartha Sekuritas Reza Priyambada menilai IHSG akan kembali sideways. Adapun nilai transaksi pada bursa Indonesia tercatat sebesar Rp1,seventy three miliar dengan 2,56 juta saham diperdagangkan pada sesi pagi dan transaksi bersih asing minus Rp23,00 miliar dengan aksi jual asing sebesar Rp469,9 miliar dan aksi beli asing mencapai Rp446,9 miliar.
Pada perdagangan kemarin, IHSG juga ditutup melemah setelah sebelumnya sempat menyentuh degree tertinggi sepanjang sejarah. Investor diimbau agar menerapkan manajemen resiko yang ketat, karena masih belum stabilnya nilai tukar rupiah dan outflow dana asing yang cukup signifikan. Sementara itu indeks S&P 500 kehilangan 43,64 poin atau 1,eighty two persen menjadi 2.357,03 dan indeks Nasdaq melemah 158,sixty three poin atau 2,57 persen ke stage 6.011,24.
Sementara nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ditutup menguat di posisi Rp 9.665 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan kemarin di Rp 7.690 per dolar AS. Sejumlah analis memperkirakan, pergerakan IHSG hari ini berpeluang untuk melanjutkan kenaikan indeks, dengan didukung capital influx. Indeks saham S&P 500 dan Nasdaq susut untuk pertama kali pada 2018.

Don't be the product, buy the product!

Schweinderl