Tumblelog by Soup.io
Newer posts are loading.
You are at the newest post.
Click here to check if anything new just came in.
MunarohMukuan

Raja Salman Dan Trump Beda Pernyataan Soal Produksi Minyak

Berita Nasional - Arab Saudi dan Rusia membuat pernyataan mengenai kemungkinan meningkatkan pasokan minyak sementara Amerika Serikat (AS) juga terus menggenjot produksi mereka, menyebabkan harga minyak mentah dunia kembali turun. Namun, permintaan bahan bakar minyak AS yang masih kuat menahan penurunan lebih jauh harga minyak. Setelah kunjungan Presiden RI Joko Widodo ke Arab Saudi bulan lalu, pemerintah Arab Saudi melalui Asisten Menhan Arab Saudi mengemukakan keinginan negaranya untuk melanjutkan hubungan kerjasama di segala bidang yang telah terjalin diantara kedua negara. Menteri Minyak Iran Bijan Zanganeh optimis pertemuan akan menghasilkan langkah konkrit, meski tidak menyebut secara detil.
Arab Saudi setidaknya berhasil membungkam rumah-rumah judi di Amerika Serikat yang bertaruh bahwa negara debutan ini paling-paling hanya menempati posisi buncit klasemen Grup F. Berbicara soal militer Arab Saudi, negara mana tak iri dengan anggaran belanja pertahanan mereka. Pada kesempatan yang sama Menteri Perindustrian MS Hidayat mengatakan pemerintah sudah berhasil memenuhi sebagian defisit fuel kelompok industri.
Menteri Energi Arab Saudi Khalid al-Falih mengatakan pemenuhan kebijakan pemangkasan pasokan minyak oleh anggota OPEC dan non-OPEC telah mencapai 149% pada Maret. Menurut Lana, dalam program sejuta rumah tedapat fasilitas yang dapat diterima masyarakat, seperti subsidi harga rumah dan pembebasan pajak nilai untuk rumah susun sederhana milik maupun tapak. Karena itu masih belum jelas apakah cuitan Trump soal tambahan produksi 2.000.000 barrel itu adalah produksi per hari atau per bulan.
RIFAN FINANCE
Kekhawatiran berkurangnya pasokan telah mendorong harga minyak mentah sebelumnya hingga menembus lebih dari eighty dollar AS per barel atau untuk pertama kalinya sejak November 2014. WASHINGTON DC, - Presiden Amerika Serikat Donald Trump mendesak pemerintah Arab Saudi untuk meningkatkan secara tajam produksi minyaknya hingga dua juta barel per hari. Pada perdagangan kemarin, saham UNSP ditutup naik 10 poin ke posisi Rp 350 per lembar.
Akan tetapi tidak mungkin harga minyak itu anjlok menjadi setengahnya selama lima bulan kecuali jika faktor ekonomi itu tidak menjadi faktor utama. Pendorong penurunan harga minyak adalah komentar dari Arab Saudi dan juga Rusia bahwa mereka bisa meningkatkan pasokan sementara kenaikan produksi di Amerika Serikat (AS) tidak mengalami perlambatan. Saat ini, suplai minyak dunia adalah sekitar 1-2 juta barel lebih besar dibanding permintaannya.
Sementara Anggota OPEC lain yakni Irak mengaku rencana peningkatan produksi belum ada di atas meja. Ekspor Iran diperkirakan akan turun akhir tahun ini karena pembeli asing memutuskan hubungan dengan negara Timur Tengah itu untuk menghindari hukuman keuangan AS. Di bawah program enam tahun untuk menyeimbangkan anggaran, pejabat Saudi memperkirakan kenaikan harga dan output akan mendorong pendapatan dari penjualan minyak menjadi 801,4 miliar riyal (US$214 miliar) dari 440 miliar riyal tahun ini, menurut sumber yang dikutip Bloomberg.
F. Pada bulan Mei 2015, Kapal 'Tol Laut' pertama di Indonesia yaitu Mutiara Persada (MP) III telah dioperasikan oleh PT Atosim Lampung Pelayaran (ALP). Dari aktivitas perdagangannya, Petral membukukan pendapatan sebesar US$31,four miliar dengan revenue margin sebesar US$forty seven,5 juta. Penurunan produksi minyak Indonesia dikombinasikan dengan permintaan domestik yang meningkat mengubah Indonesia menjadi importir minyak dari tahun 2004 sampai saat ini, menyebabkan Indonesia harus menghentikan keanggotaan jangka panjangnya (1962-2008) di OPEC.
Pasalnya, Jabar al-Lualbi, Menteri Perminyakan Irak, menyatakan bahwa peningkatan produksi "belum ada di meja" seiring stabilnya pasar dan solidnya harga, seperti dikutip dari CNBC International. Namun, dalam dua bulan terakhir ini, harga minyak cenderung terus bergerak naik hingga ke stage US$ forty five per barel. Trump sebelumnya mengatakan kepada Raja Salman bin Abdul Aziz Al-Saud bahwa pasar world mungkin akan membutuhkan pasokan lebih banyak dan hal tersebut disetujui oleh pemimpin Saudi tersebut.
Fokus investor beralih pada sanksi yang akan datang terhadap Iran, mengimbangi beberapa kelemahan sebelumnya dalam harga minyak, yang mengikuti laporan Arab Saudi berencana untuk meningkatkan output minyak mentah ke tingkat rekor. Sudah dua tahun pabrik pupuk urea yang sahamnya dimiliki Singapura (1%), Malaysia, Filipina, Thailand (masing-masing 13%), dan Indonesia (60%) itu tidak berproduksi karena tak ada pasokan gasoline.
Harga minyak berjangka turun pada akhir perdagangan Senin (Selasa pagi WIB), karena pasokan dari Arab Saudi dan Rusia meningkat. Harga minyak AS turun USD 1,83 ke posisi USD sixty five,06 per barel. Pasokan distilasi juga dilaporkan meningkat menjadi 1,5 juta barel, pertama sejak akhir Maret 2018, menjelang information dikonfirmasi Administrasi Informasi Energi (Vitality Data Administration), Kamis ini.

Don't be the product, buy the product!

Schweinderl