Tumblelog by Soup.io
Newer posts are loading.
You are at the newest post.
Click here to check if anything new just came in.
MunarohMukuan

Tingkat Literasi Keuangan Baru Capai 21 Persen Infobisnis.id

Aher mengungkapkan hal tersebut dalam acara Pertemuan Tahunan Industri Jasa Keuangan. Tampak hadir dalam acara tersebut antara lain Menko Perekonomian Darmin Nasution, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukito, Ketua Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Muliaman Hadad, dan Gubernur Banten Rano Karno. Untuk itu, pergantian sejumlah pimpinan OJK di kantor regional dan kantor daerah dilakukan guna meningkatkan peran dan fungsi sebagai ujung tombak pengawas industri jasa keuangan maupun sebagai motor penggerak inklusi dan literasi keuangan di daerah.masa depan industri keuangan
Asosiasi Fintech Indonesia (AFTECH) telah mencatat sebanyak 135-140 perusahaan berkembang di tahun 2017 dan naik secara signifikan sebanyak 78 persen terhitung sejak 2016 - 2017. Upaya peningkatan literasi keuangan dilakukan untuk menghadapi tantangan berikutnya, yakni penawaran investasi illegal yang merugikan masyarakat. Indonesia merupakan salah satu negara berkembang dengan peningkatan industri digital yang sangat pesat dalam beberapa tahun terakhir.masa depan industri keuangan
Sehingga mungkin kalau dari segi teknologi informasi, banyak sudah sektor keuangan itu yang menggunakan fintech. Menurut Muliaman, siapa pun, baik individu atau lembaga dapat menjadi agen Laku Pandai, termasuk Lembaga Keuangan Mikro (LKM) dan Bank Perkreditan Rakyat (BPR). Salah satu kunci utama meningkatkan keuangan inklusif adalah perluasan akses ke lembaga keuangan.
Saya memandang momentum inflasi yang rendah harus dapat kita manfaatkan untuk meningkatkan kegiatan produksi domestik, dengan memanfaatkan ruang ekspansi dari sistem keuangan,” kata Muliaman D. Hadad dalam sambutan pada Pertemuan Tahunan OJK dengan Pelaku Industri Jasa Keuangan 2016 di Jakarta, Jumat, 15 Januari 2016. Namun, menurut Mardiasmo, fintech juga bisa memunculkan beberapa tantangan seperti risiko kegagalan teknologi, masalah ketenagakerjaan, kekosongan regulasi, perlindungan konsumen serta pemenuhan prinsip syariah bagi konsumen keuangan syariah.
Selama berabad-abad, kemajuan teknologi telah menjadi kekuatan penting dalam transformasi keuangan.Inovasi di sektor keuangan memiliki sejarah panjang mulai dari pengembangan pembukuan double entry, hingga pembentukan bank sentral modern dan sistem pembayaran, dan pengenalan pen genalan pasar p asar aset as et keuangan keuan gan ritel rite l dan ritel yang lebih baru.Perubahan telah meningkat di milenium pembayaran baru telah muncul (seperti dompet digital), dan penyedia layanan baru telah memasuki pasar untuk layanan keuangan (termasuk internet, perusahaan ritel dan telekomunikasi).
Penyediaan pembiayaan jangka panjang bagi perusahaan besar yang khususnya bergerak di industri manufaktur akan menjadi prioritas, karena perannya yang begitu penting dalam mengangkat kegiatan ekonomi nasional mengingat keterkaitan antarsektor dan derivatifnya yang sangat besar. Fintech tidak saja melayani pembayaran, pinjaman atau jasa keuangan lain sebagaimana bisnis tradisional perbankan.
RF-BERJANGKA
Diantaranya karena; Jawa Barat adalah provinsi dengan jumlah penduduk terbesar di Indonesia, suku bunga acuan yang cukup rendah, tingkat literasi dan inklusi keuangan yang akan terus ditingkatkan termasuk penetrasi pasar modal dan keberlanjutan program pembangunan infrastruktur Pemerintah Daerah, penghimpunan sumber dana dari pasar modal seperti RDPT, DIRE, Obligasi Ritel, dan Obligasi Daerah, berkembangnya layanan Fintech, serta tahun politik dilaksanakannya 17 pilkada secara serentak.
Di sinilah Bitcoin akan memberi peran signifikan dalam mengurangi biaya tersebut, sehingga pada akhirnya pengguna jasa keuangan akan diuntungkan. Dalam ceruk pasar yang ditinggalkan bank ini, FinTech masuk dengan menawarkan produk pinjaman dengan plafond lebih rendah dan jangka waktu pendek karena mereka memiliki proses operasional dan teknologi yang lebih simpel dan efisien.
Shadow banking bisa diartikan sebagai lembaga keuangan yang beroperasi seperti lembaga keuangan formal, namun tidak diatur peraturan atau pengawasan regulator, layaknya operasional bank pada umumnya. Sachin Mittal, Telecom, Media and Technology Analyst Analyst DBS Group Research menyebut menyebut Fintech sebagai perusahaan yang mempunyai sejumlah kelebihan dibandingkan bank tradisional.
Masih dalam perspektif inovasi, sejarah menunjukkan bahwa industri keuangan khususnya perbankan merupakan industri yang sangat pelan melakukan perubahan. Peluang inilah yang menjadi salah satu faktor tumbuh suburnya para pelaku perusahaan rintisan untuk mengembangkan financial technology (fintech) di Indonesia. Dengan adanya manfaat teknologi dalam bisnis FinTechs syariah, masalah - masalah ini dapat tereduksi sehingga akan terwujud pemerataan ekonomi.

Don't be the product, buy the product!

Schweinderl